Sinau Rasa Menuju Sirna Rasa

Rp 75,000

SINAURASA MENUJU SIRNARASA

             Sinau itu artinya belajar, mempelajari atau mendalami suatu hal secara detail sehingga menjadi terang berkilau. Rasa itu adalah tanggapan indra terhadap rangsangan saraf, seperti manis, pahit, asam terhadap indra pengecap. Atau panas, dingin, nyeri terhadap indra perasa. Lebih khusus lagi, Rasa dalam istilah Tasawuf dikenal dengan nama “Dzauq”, yakni rasa yang diterima oleh hati atau bathin. Seperti rasa senang saat dipuji, atau rasa kesal saat dihina. Ketentraman jiwa saat berdzikir atau kegundahan hati saat jauh dari-Nya. Rasa disinaui agar jelas beda manis dengan pahit. Agar tahu rasanya asin dan rasanya pedas. Supaya kopi tidak terasa pedas, sambal tidak berasa manis. Kalau semua rasa sudah dijumpainya, maka ia akan kenal dengan seluruh rasa yang ada. Dan jika sudah mengenalnya, maka akan menjadi jelaslah mana pahit yang merupakan obat, dan mana manis yang merupakan racun. Tidak mengenalnya ia terhadap rasa membuat ia sering kali terjebak pada situasi yang tidak menentu, perasaan yang tidak jarang mendorongnya pada keadaan galau dan sakit. Kalau yang ia tahu kebaikan adalah semua yang manis dan yang enak-enak, maka hidupnya tidak akan pernah sehat. Kalau yang ia fahami kepahitan merupakan keburukan, maka selamanya ia tidak akan menjumpai obat untuk penyakitnya. Atau kalau yang ia fahami kepedihan adalah sebuah siksaan, maka selamanya ia tidak akan pernah menjadi seorang yang kuat dan tangguh. Sinaurasa Menuju Sirnarasa


Irfan Zidny Wahab

Cover by Reza Pahlevi Adi Pradana Published by Jagat ‘Arsy Publishing

Pesantren Peradaban Dunia Jagat ‘Arsy

Jl. Yapen Raya no. 21 Rawa Mekar Jaya, BSD, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia. 15310

Cetakan I, Agustus 2016 M / Dzulqo’dah 1437 H


Harga : Rp.75.000

24

Author : Irfan Zidny Wahab